Isnin, 3 Mac 2025

Hal-hal yang Membuat Puasa Menjadi Sia-sia

Kultum Subuh Hari Keempat Ramadan: 

Hal-hal yang Membuat Puasa Menjadi Sia-sia


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesehatan, kesempatan, dan kekuatan untuk menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan ini. Shalawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya yang istiqamah dalam kebaikan.


Hadirin yang dimuliakan Allah, pada pagi yang penuh berkah ini, perkenankan saya untuk menyampaikan sedikit tausiyah tentang hal-hal yang dapat membuat puasa kita menjadi sia-sia. Semoga Allah SWT memberikan kita pemahaman yang lebih dalam agar ibadah kita diterima dan tidak menjadi amal yang kosong tanpa pahala.


Bulan Ramadan adalah bulan penuh rahmat, bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Namun, tidak semua orang yang berpuasa mendapatkan pahala dan keberkahan dari puasanya. Rasulullah SAW telah memperingatkan kita bahwa ada orang yang hanya mendapatkan rasa lapar dan haus dari puasanya, tanpa memperoleh pahala yang seharusnya.


Rasulullah SAW bersabda:


"Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga." (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim)


Hadis ini menjadi peringatan bagi kita bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga harus menjaga akhlak, lisan, dan hati dari segala hal yang dapat menghilangkan pahala puasa. Ada beberapa hal yang bisa membuat puasa menjadi sia-sia, di antaranya:


1. Berdusta dan Berkata Kotor


Rasulullah SAW bersabda:


"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh pada usahanya meninggalkan makanan dan minumannya." (HR. Bukhari)


Dari hadis ini, kita belajar bahwa puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari perkataan dusta dan segala bentuk kebohongan. Jika seseorang masih terbiasa berbohong, maka puasanya akan kehilangan keberkahannya. Oleh karena itu, mari kita jaga lisan kita agar hanya mengucapkan yang baik dan benar.


2. Ghibah (Menggunjing) dan Namimah (Mengadu Domba)


Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:


"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya."


Menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain adalah salah satu dosa yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa menggunjing bisa menghilangkan pahala puasa kita. Oleh karena itu, di bulan Ramadan ini, marilah kita perbanyak dzikir dan bacaan Al-Qur'an daripada membicarakan keburukan orang lain.


3. Marah dan Mengumbar Emosi


Puasa adalah latihan kesabaran, tetapi jika kita tidak bisa menahan amarah, maka puasa kita bisa menjadi sia-sia. Rasulullah SAW bersabda:


"Jika seseorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah ia berkata-kata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’" (HR. Bukhari dan Muslim)


Hadis ini menunjukkan bahwa puasa seharusnya membuat kita lebih tenang dan sabar. Jika kita mudah tersulut emosi, maka puasa kita hanya tinggal lapar dan haus saja tanpa pahala. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk lebih menahan diri dari amarah dan tetap bersikap sabar dalam segala situasi.


4. Melihat dan Mendengar Hal yang Haram


Mata dan telinga juga harus berpuasa dari segala sesuatu yang haram. Jika kita masih suka menonton hal-hal yang tidak bermanfaat, mendengar gosip, atau musik yang melalaikan dari ibadah, maka kita bisa kehilangan keberkahan puasa. Rasulullah SAW bersabda:


"Pandangan adalah panah beracun dari setan. Barang siapa yang menundukkan pandangannya karena Allah, maka Allah akan memberikan manisnya iman dalam hatinya." (HR. Ahmad)


Oleh karena itu, mari kita gunakan waktu di bulan Ramadan ini untuk melihat dan mendengar hal-hal yang baik, seperti membaca Al-Qur'an, mendengarkan ceramah, dan memperbanyak dzikir agar puasa kita benar-benar bermakna.


5. Bermalas-malasan dan Menyia-nyiakan Waktu


Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, jika kita hanya menghabiskan waktu dengan tidur berlebihan, bermain game, atau melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, maka kita kehilangan banyak peluang untuk mendapatkan pahala. Rasulullah SAW bersabda:


"Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh manusia adalah kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari)


Marilah kita manfaatkan bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya, seperti memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berzikir agar puasa kita lebih bermakna dan tidak sia-sia.


Hadirin yang dirahmati Allah, puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari segala sesuatu yang bisa mengurangi atau bahkan menghapus pahala puasa. Oleh karena itu, marilah kita semua menjaga lisan, hati, dan perilaku kita agar ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT.


Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk menjalani ibadah Ramadan ini dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, serta menjauhkan kita dari segala hal yang bisa menghapus pahala puasa kita. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh 

Tiada ulasan:

Program 30 Hari Melatih Pikiran Bawah Sadar berdasarkan The Power of Your Subconscious Mind

Setiap hari ada materi singkat + afirmasi/visualisasi/latihan praktis. --- 📘 Program 30 Hari – The Power of Your Subconscious Mind 🗓 Mingg...