Isnin, 10 Mac 2025

Puasa dan Kebiasaan Menunda-Nunda, Mengapa Bulan Ramadhan Bisa Menjadi Momentum Memperbaiki Disiplin Diri?

Assalamualaikum wr.wb.

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat dan karunia-Nya. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sang teladan dalam kedisiplinan dan kebaikan, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.


Hadirin yang dirahmati Allah,

Kita sering mendengar istilah “Time is money” atau dalam Islam lebih dikenal dengan “Waktu adalah amanah”. Namun, dalam realitas kehidupan, banyak dari kita yang justru sering menunda-nunda pekerjaan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Sering kali kita berkata:

“Nanti saja, masih ada waktu.”

“Besok saja, masih bisa dikerjakan nanti.”

“Nunggu mood dulu, baru mulai kerja.”

Kebiasaan menunda-nunda (procrastination) ini sering kali menjadi penghambat kesuksesan dalam hidup. Padahal, dalam Islam, kita diajarkan untuk tidak menunda kebaikan dan selalu disiplin dalam menjalankan amanah.

Mengapa Bulan Ramadhan Adalah Waktu yang Tepat untuk Melatih Disiplin?

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan besar dalam self-discipline atau kedisiplinan diri. Ada beberapa alasan mengapa Ramadhan bisa menjadi momentum untuk meninggalkan kebiasaan menunda-nunda:

1. Puasa Mengajarkan Kita untuk Patuh pada Waktu

Saat Ramadhan, kita tidak bisa makan semaunya. Ada jadwal yang harus kita patuhi:

Waktu sahur: Jika kita terlambat, kita akan kehilangan kesempatan makan sebelum berpuasa.

Waktu berbuka: Tidak boleh berbuka sebelum waktunya, karena itu akan membatalkan puasa.

Hal ini melatih kita untuk menghargai waktu dan tidak menyepelekannya. Jika dalam urusan makan dan minum kita bisa disiplin, mengapa dalam tugas-tugas lain kita masih suka menunda?

2. Puasa Melatih Kedisiplinan dalam Ibadah

Di bulan Ramadhan, ibadah kita lebih teratur:

Kita diwajibkan shalat lima waktu tepat pada waktunya.

Kita terbiasa membaca Al-Qur’an setiap hari.

Kita terbiasa bangun lebih awal untuk sahur dan shalat tahajud.

Semua ini membantu kita membangun pola hidup yang lebih disiplin. Jika kebiasaan ini bisa kita teruskan setelah Ramadhan, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih produktif.

3. Mengajarkan Urgensi dalam Melakukan Kebaikan

Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Bersegeralah melakukan amal shalih sebelum datang tujuh hal (penghalang): apakah kamu menunggu kemiskinan yang membuat lupa, kekayaan yang menyesatkan, penyakit yang melemahkan, ketuaan yang menyibukkan, kematian yang mendadak, datangnya Dajjal seburuk-buruk yang ditunggu, atau datangnya kiamat yang lebih mengerikan?" (HR. Tirmidzi)

Hadis ini mengajarkan kita bahwa kita tidak boleh menunda kebaikan. Jika ada kesempatan untuk berbuat baik—baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sehari-hari—sebaiknya segera dilakukan tanpa menunggu waktu yang ‘sempurna’, karena kita tidak tahu apakah kita masih punya kesempatan esok hari.

4. Puasa Melatih Kita Mengatasi Rasa Malas

Salah satu alasan utama orang menunda-nunda adalah rasa malas dan kurang motivasi. Saat Ramadhan, meskipun tubuh terasa lemah karena berpuasa, kita tetap harus bekerja, belajar, dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Ini menjadi latihan mental agar kita tidak menjadikan rasa lelah atau tidak mood sebagai alasan untuk menunda pekerjaan.

Nabi SAW sendiri adalah contoh terbaik dalam produktivitas. Beliau tetap aktif berdakwah, berperang, dan memimpin umat meskipun dalam kondisi berpuasa.

Bagaimana Cara Memanfaatkan Ramadhan untuk Mengatasi Kebiasaan Menunda?

1. Buat Jadwal Harian yang Teratur

Tetapkan target harian dan patuhi jadwalnya, seperti membaca Al-Qur’an, bekerja, belajar, dan beribadah.

Gunakan prinsip “do it now”—jika bisa dilakukan sekarang, jangan ditunda.

2. Gunakan Metode “5 Menit” untuk Memulai Pekerjaan

Jika merasa malas, coba mulai dengan bekerja selama 5 menit saja. Biasanya, setelah 5 menit, kita akan lebih mudah untuk melanjutkan.

3. Kurangi Distraksi dan Fokus pada Prioritas

Hindari terlalu banyak waktu di media sosial yang membuat kita lupa waktu.

Gunakan waktu Ramadhan untuk fokus pada hal-hal yang lebih bermanfaat.

4. Biasakan Melakukan Pekerjaan Secara Bertahap

Jika tugas terasa berat, pecahlah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dikerjakan.

5. Berdoa agar Diberikan Kemudahan dan Kedisiplinan

Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk meminta perlindungan dari sifat malas:


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan." (HR. Abu Dawud)


Refleksi: Evaluasi Diri di Akhir Ramadhan

Di akhir Ramadhan, tanyakan pada diri sendiri:

Apakah saya lebih disiplin dibanding sebelum Ramadhan?

Apakah saya masih suka menunda pekerjaan atau sudah mulai berubah?

Bagaimana saya bisa mempertahankan kebiasaan baik setelah Ramadhan?

Jika kita mampu menggunakan bulan Ramadhan untuk menghilangkan kebiasaan menunda-nunda, maka kita akan keluar dari bulan ini sebagai pribadi yang lebih disiplin, lebih produktif, dan lebih sukses dalam berbagai aspek kehidupan.


Hadirin yang dirahmati Allah,

Ramadhan adalah momentum besar untuk berubah. Jangan biarkan kesempatan ini berlalu begitu saja. Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih disiplin, lebih bertanggung jawab, dan lebih bersemangat dalam menjalani kehidupan setelah Ramadhan berakhir.

Akhir kata, marilah kita berdoa:


اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ وَقْتِنَا وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُنْضَبِطِينَ فِي طَاعَتِكَ


"Ya Allah, berkahilah waktu kami dan jadikanlah kami orang-orang yang disiplin dalam ketaatan kepada-Mu."


Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Tiada ulasan:

Program 30 Hari Melatih Pikiran Bawah Sadar berdasarkan The Power of Your Subconscious Mind

Setiap hari ada materi singkat + afirmasi/visualisasi/latihan praktis. --- 📘 Program 30 Hari – The Power of Your Subconscious Mind 🗓 Mingg...